Macam Macam Dan Jenis Jenis Dynabolt Depok – Jakarta

 Dynabolt atau yang biasa disebut dengan anchor merupakan suatu komponen yang biasa digunakan untuk menyatukan dua elemen yang ada pada suatu bangunan. Berbeda halnya dengan paku, mur ataupun baut, dynabolt sendiri memiliki sistem yang tidak selalu sama karena type serta jenis dari dynabolt ini juga tak hanya satu dua saja, namun sangat bervariasi. Dynabolt terdiri atas dua komponen yaitu mur dan baut, akhirnya banyak yang memberikan nama atau istilah untuk dynabolt ini dengan sebutan baut tanam.

Bedanya dynabolt dengan mur dan baut biasa yaitu ada pada salah satu elemen yang berguna sebagai silinder serta mempunyai bentuk yang menyerupai selongsong peluru tetapi bisa menjadi besar dan bisa mengalami pengembangan saat batu sudah dikencangkan. Dynabolt ini berbeda pula dengan mur yang bentuknya selalu tetap. Selain itu, silinder yang memiliki fungsi sebagai mur pada dynabolt ini juga selalu ditanamkan pada suatu media seperti misalnya dinding, beton atau bisa juga yang lainnya. Dan dari sinilah asal muasal munculnya sebutan baut tanam untuk memberi nama lain atau nama alternatif dari dynabolt.

 Anchor atau dynabolt mempunyai tiga elemen utama, yaitu :

Baut Berulir

Baut berulir sendiri memiliki bentuk yang hampir mirip dengan mur namun baut berulir ini lebih lancip seperti paku.  Semakin ke-ujung ulirnya, maka akan semakin mengecil.

Selongsong Silinder

Seperti yang sudah kita bahas diatas bahwa selongsong silinder ini akan membesar saat baut berulir dimasukkan kedalamnya.

Ring atau Cincin

Yang terakhir yaitu ada ring atau cincin. Ring atau cincin ini sendiri memiliki fungsi sebagai penahan.

Jenis – jenis Dynabolt

Seiring dengan berkembangnya zaman, bentuk serta jenis dari dynabolt juga menjadi sangat bervariasi.  Jenis-jenis dynabolt  adalah sebagai berikut :

BACA ARTIKEL YANG LAIN  Bahaya Penggunaan Kaporit Kolam Renang Bagi Kesehatan Depok

Chemical Anchor

Chemical anchor sendiri merupakan anchor atau dynabolt yang memakai campuran zat kimia untuk bisa digunakan pada beberapa keperluan, seperti misalnya, sebagai penambah kekuatan agar tahan dengan kondisi seperti air, air laut dan masih banyak yang lainnya. Mekanisme dari chemical anchor kimia ini juga bisa berbeda-beda. Chemical anchor ini pada umumnya terdiri atas dua komponen, dimana komponen utamanya merupakan steel anchor-nya sendiri serta komponen keduanya merupakan bahan kimia yang berfungsi sebagai pengikatnya.

Chemical anchor ini biasanya banyak dipasang pada beton, meskipun tidak menutup kemungkinan chemical anchor ini juga dapat dipasang pada batu-bata atau di dinding. Jadi bisa disimpulkan bahwa disini kekuatan dari beton juga dapat mempengaruhi kekuatan atau kapasitas dari sistem chemical anchor yang akan dipasang. Metodenya pun bermacam-macam, ada yang pertama-tama dibor dulu betonnya, lubangnya dibersihkan lalu di-injeksi zat kimianya baru kemudian dimasukkan steel anchor-nya. Ada pula yang memakai metode zat kimia yang di-injeksikan berupa capsul.

Anchor Tanpa Tambahan Kimia

Anchor atau dynabolt ini secara umum tidak menggunakan bahan kimia. Mengenai kekuatan yang dihasilkan oleh anchor ini sendiri sangat dipengaruhi kekuatan media tanamnya (baik itu beton ataupun batu-bata) serta kekuatan dari spesifikasi besi anchor itu sendiri (yang berupa titik leleh dari material anchornya). Model serta sistem kerjanya juga berbeda-beda, namun biasanya tergantung pada material yang dipakai untuk menanam.

Sistem kerjanya yang paling umum dan sering juga kita jumpai adalah sistem kembang. Dimana pada sistem ini, dalam prosesnya beton yang nantinya akan dipakai sebagai media tanam dibor terlebih dahulu sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkam (apabila anda membeli anchor anda akan mendapatkan katalognya, mulai dari kekuatan, ukuran yang dibutuhkan, panjang besi angkur-nya, panjang serta besar lubang bor yang dibutuhkan dan juga persyaratan – persyaratan yang lain), lalu lubang yang nantinya akan dibor dan dimasuki anchor tersebut dibersihan terlebih dahulu, maka anchor yang dimasukkan ke dalam lubang tersebut nantinya akan semakin kuat saat ditarik sebab memakai sistem kembang didalamnya.

BACA ARTIKEL YANG LAIN  Jenis-jenis Tripleks Melaminto Serta Kelebihan dan Kekurangannya Depok

Anchor Klasik

Anchor klasik sendiri merupakan anchor atau dynabolt yang ditanam terlebih dahulu. Anchor klasik ini dipasang terlebih dahulu bebarengan dengan pengecoran struktur.  Bedanya adalah, pada anchor klasik ini tak perlu dilakukan pengeboran terlebih dahulu sebab anchor sudah dimasukkan ke dalam struktur ketika pengecoran struktur dilakukan. Beberapa anchor jenis klasik ini dapat ditemui dan sudah tersedia dipasaran.

Dynabolt Dalam Baja Ringan

Sama halnya dengan pekerjaan konstruksi pada umumnya yang menggunakan dynabolt, dalam pekerjaan baja ringan, instalasi penggunaannya juga sama, yakni sebagai berikut : buat terlebih dahulu lubang yang sesuai dengan ukuran selongsong silinder yang kedalamannya sampai menyentuh ring atau cincin penahannya. Lalu, setelah proses pengeboran sudah selesai dilakukan, bersihkan lubang tersebut dari sisa material – material bekas pengeboran.

Saat proses pengencangan dilakukan, baut akan naik ke atas dan bagian slongsong silinder akan otomatis terdesak naik hingga pada bagian bawahnya akan merekah lalu mengunci baut dengan material.

Proses pengencangan yang disarankan dalam pengencangan baut ini adalah 3 sampai dengan 4 putaran penuh.

Setelah baut selesai dipasang dengan benar – benar kuat, maka footplate-nya sudah bisa dipakai sebagai dudukan kuda – kuda.

Yakinkan juga bahwa mur yang digunakan untuk mengikat sudah terkait dengan kuat dan kencang pada footplate-nya.

Hal ini harus benar – benar diperhatikan guna menghindari tercerabutnya footplate dari ring atau cincin balok.

Dapat menguasai penerapan dynabolt merupakaan keterampilan yang  bisa dipelajari terutama pada awal karir bakal pekerja pengencang beton. Seperti misalnya sleeve anchor, mur dynabolt akan menarik kencang ujung stud yang berbentuk kerucut dalam lengan ekspander, lalu kemudian menjepitnya keluar untuk mengunci baut jangkar pada bahan dasar beton, untuk batu – bata serta blok-nya.

BACA ARTIKEL YANG LAIN  Cara Pasang Kran Wastafel Dan Tips Reparasi Saat Bocor Depok

Beberapa perhitungan sederhana ketika menentukan panjang baut dynabolt akan sangat baik dilakukan pada pekerjaan ini. Dynabolt sendiri tak memerlukan kedalaman lubang yang maksimum, tetapi kedalaman lubang pada temboknya minimal harus mempunyai panjang baut jangkar.

Mungkin tak banyak orang yang mengerti tentang ini, namun apabila sleeve anchor-nya dipasang terlalu berdekatan satu sama lain, maka daya pegangnya dapat berkurang, ini karena adanya interaksi kekuatan pada material dinding tersebut.

Maka, baut pun perlu diberi jarak minimal dengan perhitungan sepuluh diameter baut jangkar. Peningkatan jarak ini juga dapat dipengaruhi oleh kondisi kontruksi serta lingkungan yang meliputi getaran atau bisa juga guncangan yang mendadak.

Anda juga bisa belanja dengan kami dengan mengunjungi toko offline kami di alamat www.materialbahanbangunan.com/alamat

Anda juga bisa berbelanja di toko kami secara online di 
https://www.tokopedia.com/citrabangunan?keyword=dynabolt
Dan kami akan mengirimkan barang pesanan anda.

atau untuk melihat katalog produk kami yang lain Anda dapat lihat pada website kami di www.materialbahanbangunan.com

Grosir / request alat teknik dan bangunan yang cukup sulit Chat WHATSAPP ke no ini ya 085710032 801 ( alat alat teknik )

khusus pemesanan barang barang yang besar ( sperti gypsum, triplek, besi hollow, tangki air, pipa dll)

Umum = pelanggan baru? call / WA kesini 0896-9596-9949 (bisa whatsapp / WA dan telfon)

“mohon tidak meng copy artikel ini sembarangan karena artikel ini dibuat oleh tim www.materialbahanbangunan.com dan http://www.teknikdepok.com mohon sertakan sumber bila anda memang mau meng copy data kami”

WELCOME RESELLER END DROPSHIPPER

kami tunggu kedatangan dan pesanan anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *