Jenis-jenis Kapak Persegi Peninggalan Zaman Neolitikum Depok

Toko Citra Bangunan Depok menjual kapak klik di www.materialbahanbangunan.com

Kapak persegi dibuat berdasarkan fungsinya, ada yang digunakan untuk mencangkul, memotong kayu, menghaluskan kayu dll. Berikut beberapa jenis kapak persegi peninggalan zaman Neolitikum:

1. Kapak Tangga

Kapak ini dibuat memiliki permukaan  beliaung yang lebih rendah oleh sebab itu bentuknya menyerupai tangga. Persebaran kapak tangga ini berada di Asia Timur seperti wilayah Taiwan, Hongkong dan Cina. Sedangkan di Indonesia dapat ditemukan di wilayah Sulawesi.

“mohon tidak meng copy artikel ini sembarangan karena artikel ini dibuat oleh tim www.materialbahanbangunan.com mohon sertakan sumber bila anda memang mau meng copy data kami”

2. Kapak Bahu Sederhana

Kapak yang dibuat pada zaman neolitikum satu ini memiliki tekstur tangkai yang kasar. Persebaran alat ini berada di Asia dan pada wilayah Indonesia berada di daerah Mamuju Sulawesi Barat.

3. Kapak Atap

Kapak ini memiliki variasi yang tebal dan bagian sisinya miring kepermukaan bawah berbentuk trapezium. Jenis kapak ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia seperti  Bali, Maluku dan Jawa Timur. Di luar wilayah Indonesia terdapat di Polinisia Timur.

  Kapak Lonjong

4. Kapak Biola

Jenis Kapak Persegi yang berbentuk seperti biola,  terdapat cekungan dan penampangnya lonjong mirip dengan alat music tersebut. Selain di Indonesia alat ini banyak ditemukan di Taiwan, Jepang dan Botel Tabago.

5. Kapak Penarah

Memiliki bentuk panjang dengan penampang lintang mirip dengan segi empat tetapi hampir bundar.  Ukuran yang dimiliki cukup besar dan hanya sedikit di antaranya bagian yang berbentuk kecil.

Kebudayaan Kapak Persegi

Kapak Persegi

Sebutan kapak persegi berasal dari Von Heine Gelderen, penamaan ini berdasarkan pengamatan pada bentuk alatnya. Kapak persegi yang besar disebut beliung atau pacul, sedangkan yang kecil disebut tarah atau tatah. Penyebaran alat ini  tersebar di beberapa wilayah Indonesia seperti  Sumatra, Jawa, dan Bali. Berikut beberapa diantaranya:

1. Alat Bercocok Tanam

Pada zaman ini manusia sudah  menetap, juga telah melakukan bercocok tanam.  Zaman ini sangat penting bagi sejarah hidup manusia, dimana penemuan dan pengolahan sumber alam berkembang cepat.

Berbagai jenis tumbuhan dan hewan mulai dipelihara serta dijinakkan. Sehingga banyak alat baru yang diciptakan seperti kapak persegi dan kapak lonjong untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“mohon tidak meng copy artikel ini sembarangan karena artikel ini dibuat oleh tim www.materialbahanbangunan.com mohon sertakan sumber bila anda memang mau meng copy data kami”

2. Alat Pembangun Rumah

Masyarakat pada masa ini mulai menetap dalam suatu perkampungan yang tersebar tidak beraturan. Mereka membuat rumah berbentuk bulat dengan atap terbuat dari daun-daunan.

Jenis rumah seperti ini, masih dapat kita temukan di beberapa wilayah Indonesia bagian Timur. Mereka menemukan alat pengasah dan penumbuk kayu dengan tujuan untuk membangun tempat tinggal.

Kepercayaan Mistik Kebudayaan Batu Muda

Zaman Neolitikum masyarakat juga telah  mengenal dunia mistik, bahwa yang sudah meninggal masih meninggalkan roh yang tidak akan lenyap. Hal ini dapat dilihat dari cara perawatan pada upacara pemakaman.

Orang meninggal dibekali dengan kebutuhan sehari-hari makan, minum, peralatan masak. Semua itu ditujukan agar sang arwah dapat pergi dengan tenang.

Kapak Persegi Sebagai Hasil Kebudayaan Batu Muda

Kapak Persegi

  Senjata Tradisional Aceh

Hasil kebudayaan dari zaman batu muda menjadi bukti bahwa manusia mulai dapat membuat peralatan yang cukup modern. Tekstur alat lebih halus dan berbentuk sesuai dengan kebutuhan menjadi bukti  terdapat perkembangan ilmu pengetahuan.

Fungsi benda yang dibuat telah jelas terlihat kegunaannya. Manusia pada zaman ini selain pandai menciptakan alat  juga telah memilih kehidupan yang praktis.

Perubahan besar telah dilakukan pada zaman ini (Revolusi Neolitik) dari zaman mengumpulkan makanan berubah menjadi memproduksi makanan atau bertani. Selanjutnya dari mulai berburu menjadi beternak, dengan cara menjinakkan hewan unggas dan ternak.

Manusia pada zaman ini cenderung memilih tempat tinggal yang dekat dengan sumber air, mereka sadar bahwa air merupakan sumber kehidupan. Sumber air juga dimanfaatkan sebagai bercocok tanam.

Keunikan lain pada zaman ini yaitu setelah menetap dan bercocok tanam, kesempatan untuk berpikir serta meningkatkan kreatifitas menjadi meningkat. Hal ini terbukti dengan diciptakan perahu untuk mencari ikan, membuat anyaman, membuat peralatan tani dll. Selain itu ternyata pakaian juga telah ditemukan, hal ini terbukti dari penemuan alat pemukul kulit kayu.

Kreatifitas manusia zaman neolitikum tidak berhenti disitu saja. Telah ditemukan manik-manik serta gelang yang diciptakan artinya perhiasan sudah menjadi trend pada masa itu

Jika anda membutuhkan kapak hubungi kami di www.materialbahanbangunan.com

Anda bisa mendapatkan semua bahan yang diperlukan di atas di toko kami www.materialbahanbangunan.com/alamat

Grosir / request alat teknik dan bangunan yang cukup sulit WHATSAPP only ya 0857-1003-2801 atau https://wa.me/6285710032801 Kita menyediakan admin khusus, silahkan chat wa di nomor tersebut. Jam aktif nya di jam 7 pagi – 5.30 sore setiap senin-sabtu.

atau untuk melihat katalog produk kami yang lain Anda dapat lihat pada website kami di www.materialbahanbangunan.com

khusus pemesanan bahan bangunan yang besar, seperti triplek, tangki air, seng, pipa, dll.

bisa hubungi nomer 0851 0000 2579 atau 0851 004 39 630 atau 7888 1702 ( khusus telfon)

“mohon tidak meng copy artikel ini sembarangan karena artikel ini dibuat oleh tim www.materialbahanbangunan.com mohon sertakan sumber bila anda memang mau meng copy data kami”

Selamat Berbelanja, Kami Tunggu Kedatangan dan Pesan